Teman? atau hanya Figuran?
Juni 01, 2014
3:00 PM
0
Comment
Teman atau hanya figuran?
Biasanya
pertanyaan itu yang sering mewarnai dunia pertemanan para remaja, termasuk
saya. Bicara soal teman, seberapa banyak teman anda? 2000? 3000? 4000? Atau
5000? Saya yakin 100% anda punya teman lebih dari itu. Yang membedakannya
adalah ia teman dan teman saja.
Itu Teman
nyata atau teman maya. Jelas akan berbeda rasanya memiliki 1000 teman didunia
maya dan hanya 1 teman didunia nyata. Seakan-akan memiliki kehidupan ganda yang
sangat berbeda. Bedanya, dunia maya belum tentu riil, dan dunia nyata lebih
riil. Tapi bukan berarti, teman dunia nyata lebih mengerti anda ketimbang teman
dunia maya. Pada nyatanya, seorang pendiam bisa berubah 360° menjadi seorang yang lebih terbuka, lebih santai dan
seakan dunia miliknya. Kenapa?
Karena seseorang lebih yakin, bahwa sesungguhnya dunia maya lah yang lebih
memerdulikannya ketimbang dunia nyatanya itu.
Saya sempat
berfikir tentang simplenya berteman: “jika anda ingin berteman, maka anda
seharusnya bukan hanya berteman dengan saya tapi dunia saya.”
Dan
ternyata malah itu yang membuat percaya diri saya berkurang. Malah itu yang
membebani pikiran saya. Malah itu yang membuat saya bertanya tentang “saya
sudah berteman atau hanya berteman saja?”, Dan pada kenyataannya, memang sulit
menerima kenyataan bahwa tak akan lebih dari sepuluh orang yang akan bersedia
menerima dunia kita dan mendengarkan cerita kita. Banyak dari mereka hanya
sebagai figuran. Cuma orang lewat. Cuma orang yang ‘ingin tahu saja’ tapi ‘tak
mau peduli’. Cuma orang yang ingin bertanya ‘ada apa?’ tapi tak mau tahu
‘mengapa? Atau kenapa?’. Cuma hiasan. Yang begitu itu, Cuma ‘teman saja’.
Dan dari
semua itu, Ternyata sulit menerima kalau orang yang bersedia berbagi cerita,
bukan hanya mendengar cerita itu sulit didapati. Ternyata sulit menemukan orang
yang bersedia memberi solusi, bukan hanya meminta solusi. Ternyata sulit juga
mencari orang yang bersedia mengerti, bukan hanya ingin dimengerti. Dan pada
akhirnya, ternyata sulit menyadari bahwa semua hal itu penuh rahasia. Anda tak
mungkin menemukan rahasia sebelum menemukannya, karna semua berawal dari bodoh
lalu menjadi pintar. Maka tak salah jika sekarang anda bodoh memilah teman.
Karna pada akhirnya, bukan anda yang akan memilahnya. Tapi keadaan. Kadang keadaan
yang membuat seseorang sadar ia berada dimana, kadang keadaan yang membuat
seseorang sadar ia sudah berdiri diposisi yang benar atau tidak, kadang keadaan
juga yang membuat seseorang sadar ia bersama siapa dan siapa yang menghilang.
Dan anda, yang perlu anda lakukan, anggap saja itu sebuah fenomena pertemanan,
atau mungkin rintangan pertemanan. Anggap saja itu bagian dari yang seharusnya
terjadi. Anggap saja itu takdir alam. Anggap saja itu bagian dari pengalaman.
dan Anggap saja itu sebuah jawaban.
Sudah kah anda
berteman? J


0 Response to "Teman? atau hanya Figuran?"
Posting Komentar