Teman? atau hanya Figuran?


0 Comment


Teman atau hanya figuran?

Biasanya pertanyaan itu yang sering mewarnai dunia pertemanan para remaja, termasuk saya. Bicara soal teman, seberapa banyak teman anda? 2000? 3000? 4000? Atau 5000? Saya yakin 100% anda punya teman lebih dari itu. Yang membedakannya adalah ia teman dan teman saja.

Itu Teman nyata atau teman maya. Jelas akan berbeda rasanya memiliki 1000 teman didunia maya dan hanya 1 teman didunia nyata. Seakan-akan memiliki kehidupan ganda yang sangat berbeda. Bedanya, dunia maya belum tentu riil, dan dunia nyata lebih riil. Tapi bukan berarti, teman dunia nyata lebih mengerti anda ketimbang teman dunia maya. Pada nyatanya, seorang pendiam bisa berubah 360° menjadi seorang yang lebih terbuka, lebih santai dan seakan dunia miliknya. Kenapa? Karena seseorang lebih yakin, bahwa sesungguhnya dunia maya lah yang lebih memerdulikannya ketimbang dunia nyatanya itu.

Saya sempat berfikir tentang simplenya berteman: “jika anda ingin berteman, maka anda seharusnya bukan hanya berteman dengan saya tapi dunia saya.”
Dan ternyata malah itu yang membuat percaya diri saya berkurang. Malah itu yang membebani pikiran saya. Malah itu yang membuat saya bertanya tentang “saya sudah berteman atau hanya berteman saja?”, Dan pada kenyataannya, memang sulit menerima kenyataan bahwa tak akan lebih dari sepuluh orang yang akan bersedia menerima dunia kita dan mendengarkan cerita kita. Banyak dari mereka hanya sebagai figuran. Cuma orang lewat. Cuma orang yang ‘ingin tahu saja’ tapi ‘tak mau peduli’. Cuma orang yang ingin bertanya ‘ada apa?’ tapi tak mau tahu ‘mengapa? Atau kenapa?’. Cuma hiasan. Yang begitu itu, Cuma ‘teman saja’.

Dan dari semua itu, Ternyata sulit menerima kalau orang yang bersedia berbagi cerita, bukan hanya mendengar cerita itu sulit didapati. Ternyata sulit menemukan orang yang bersedia memberi solusi, bukan hanya meminta solusi. Ternyata sulit juga mencari orang yang bersedia mengerti, bukan hanya ingin dimengerti. Dan pada akhirnya, ternyata sulit menyadari bahwa semua hal itu penuh rahasia. Anda tak mungkin menemukan rahasia sebelum menemukannya, karna semua berawal dari bodoh lalu menjadi pintar. Maka tak salah jika sekarang anda bodoh memilah teman. Karna pada akhirnya, bukan anda yang akan memilahnya. Tapi keadaan. Kadang keadaan yang membuat seseorang sadar ia berada dimana, kadang keadaan yang membuat seseorang sadar ia sudah berdiri diposisi yang benar atau tidak, kadang keadaan juga yang membuat seseorang sadar ia bersama siapa dan siapa yang menghilang. Dan anda, yang perlu anda lakukan, anggap saja itu sebuah fenomena pertemanan, atau mungkin rintangan pertemanan. Anggap saja itu bagian dari yang seharusnya terjadi. Anggap saja itu takdir alam. Anggap saja itu bagian dari pengalaman. dan Anggap saja itu sebuah jawaban.

Sudah kah anda berteman? J

0 Response to "Teman? atau hanya Figuran?"

Posting Komentar

Google PageRank Checker Powered by  MyPagerank.Net

    Salam

    terimakasih atas kunjungan anda. thank you for your visit. gracias por su visita. ご訪問いただきありがとうございます

    Contact Me:

    Translate

    Popular Posts

Designed by TheBookish Themes
Converted into Blogger Templates by Theme Craft